Sertifikasi RMAP Jadi Kunci MSP Tembus Pasar Timah Dunia

Jakarta – Sertifikasi Responsible Minerals Assurance Process (RMAP) merupakan kunci PT Mitra Stania Prima (MSP) bisa sukses dalam melakukan ekspor timah.

Sertifikasi ini dikeluarkan oleh lembaga nirlaba, Responsible Business Alliance (RBA) dan tidak semua produsen timah dapat memperolehnya.

Pasalnya, sebelum menerbitkan sertifikasi RMAP, RBA terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap sejumlah kriteria. Seperti keuntungan operasional murni untuk perusahaan dan bukan untuk dialokasikan sebagian kepada kelompok-kelompok yang tengah terlibat konflik.

Begitu kata Chief Executive Officer (CEO) MSP Aryo Djojohadikusumo kepada wartawan, Senin (6/12).

Aryo mengurai bahwa produsen sepatu Nike, Inc adalah salah satu dari sekian banyak perusahaan anggota RBA yang diwajibkan untuk menyelidiki negara asal timah, tantalum, tungsten, dan emas yang terkandung dalam produknya.

“Nike, serta perusahaan dari sektor lain termasuk elektronik, otomotif, dirgantara, ritel, dan perhiasan, hanya menggunakan sumber dari pabrik dan smelter yang sesuai RMAP. Bukan hanya Nike, Tesla Motors juga merupakan salah satu anggota RBA,” jelasnya.

Artinya, sambung Aryo, Tesla Motors hanya akan menggunakan produk industri pertambangan dari pelaku bisnis yang tersertifikasi oleh RMAP.

Selain RMAP, pendaftaran ulang merek MSP di London Metal Exchange juga diharapkan membuat ekspor MSP lebih positif. Saat ini, MSP tengah memperbarui registrasi merek dagang yang sudah terdaftar sejak 8 Juni 2017 tersebut.

“Diharapkan tahun ini prosesnya selesai karena seluruh persyaratan administratif yang diperlukan telah dipenuhi oleh perusahaan,” kata Aryo.

PT MSP telah membukukan ekspor logam timah sebesar 3.299 ton sepanjang tahun ini. Catatan itu sejalan dengan Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) 2020 perusahaan yang diberikan Dinas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bangka Belitung sebanyak 3.300 ton logam timah.

MSP merupakan anak perusahaan pertambangan dari Arsari Tambang. Perusahaan timah terintegrasi ini beroperasi di Bangka, Indonesia.

Kegiatan MSP termasuk eksplorasi, eksploitasi, penambangan, pengolahan, peleburan, pemurnian, menjual serta mengekspor timah. Selain itu, sebagai warga komunitas Bangka, MSP juga terlibat dalam program-program pengembangan komunitas. PT. MSP adalah induk dari PT. Mitra Stania Kemingking (MSK) dan PT. Mitra Stania Bemban (MSB).

Sumber: https://ekbis.rmol.id/read/2021/12/06/514219/sertifikasi-rmap-jadi-kunci-msp-tembus-pasar-timah-dunia

en_USEN
Scroll to Top